Sayang, Memangnya Kamu Tahu Pacaran Itu Apa?

Pacaran, menurut wikipedia bahasa Indonesia adalah proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan.

Pada jaman sekarang, kata pacaran sudah menjadi hal lumrah dikalangan remaja. Namun apa jadinya bila kata-kata tersebut diucapkan oleh seorang gadis mungil berusia 4 tahun? Begini ceritanya…

Ada seorang gadis mungil sebut saja bernama Amel, dia baru berusia 4 tahun 2015 lalu. Aku sering memperhatikannya, karena Amel tergolong anak yang unik. Ia senang bermain dengan anak laki-laki. Tadinya aku pikit karena ia mungkin ia anak yang tomboi, tetapi tidak demikian karena ia anak yang cenderung feminim dan menyukai kegiatan yang keperempuan-perempuanan. Jika bermain ia sering menggunakan baju yang model dress atau rok, rambutnya panjang terurai dan cenderung kemayu.

Karena penasaran aku bertanya kepadanya mengapa ia tidak main dengan anak perempuan sebayanya tetapi malah memilih bermain dengan anak laki-laki. Hipotesa aku mungkin karena ia tak nyaman dengan anak atau permainan perempuan. Namun ternyata jawaban yang aku dapatkan justru mencengangkan. Ia menjawab bahwa ia berpacaran dengan seorang anak laki-laki di kelempok bermain tersebut, namanya sebut saja Jaka.

“Mel, kok kamu mainnya di sini (kelompok anak laki-laki)? Kenapa gak main sama dila dan farah (teman-teman perempuan Amel)?”, tanyaku

“Ngak ah, aku mainnya sama Jaka aja?”, jawabnya.

“Lho kok maunya sama Jaka? Memang kenapa?”, tanyaku lagi.

“Iya, kan aku pacaran sama Jaka?”, tandasnya.

Aku terheran-heran dengan jawabannya. Anak perempuan usia 4 tahun mengidentifikasi dirinya sebagai pacar anak laki-laki.

“Lha, kamu pacaran sama Jaka? Sayang, memang kamu tahu pacaran itu apa?”, tanyaku.

Sejenak ia terlihat senang berpikir, dan beberapa detik kemudian ia berkata, “Ya, pacaran ya pacaran masa aunty gak tau sih, itu lho yang ada di tivi-tivi”.

“Yang mana? Aunty jarang nonton tivi,” tanyaku kepo lagi.

“Ah aunty mah gak gaul. Makanya nonton GGS dong!” ocehnya.

Waktu itu memang aku tidak terlalu tahu mengenai sinetron GGS, jadi aku bertanya terus padanya.

“Emang GGS itu apa sih mel? aunty bener-bener gak tahu deh, sayang?”

Dengan sedikit kesal ia menjawab,”ganteng-ganteng serigala aunty”.

“ohhhhh….. iya deh tar aunty nonton, emangnya ada pacarannya ya sayang?”

“Iya, si digo (aliando) sama sisinya (prily latuconsina). mereka pacaran aunty”.

“0whhh gitu, makanya kamu pacaran dari situ. Tapi kan kamu masih kecil sayang. Anak kecil itu berteman, bukannya pacaran”.

“Ih orang aku mau kaya si digo sama sisi”.

Hmmm, oke. Menurut saya, hal ini merupakan efek dari kecenderungan kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak. Dimana anak sebagai tanggung jawab moral orang tua dibiarkan menonton acara televisi yang kurang mengedukasi dirinya sendiri. Memang, ada acara-acara yang dikhususkan untuk anak, yang mana ceritanya mengenai kehidupan sehari-hari anak yang bisa dijadikan teladan bagi anak. Namun, terkadang acara tersebut ditanyangkan pagi hari malah ketika anak sedang menimba ilmu di sekolah. Sedangkan ketika anak mempunyai waktu luang di rumah, yang ada malah tanyangan-tanyangan sinetron orang dewasa. Untuk itu pendampingan orang tua sangat penting, khususnya dalam menyeleksi program televisi yang mempunyai manfaat bagi anak. Jika tidak ada tanyangan yang edukatif di waktu anak sedang senggang, maka lebih baik anak bermain dengan saudaranya atau orang tua. Bisa bermain, bisa pula belajar. Tanamkan kepada anak bahwa menonton televisi tidak lebih baik daripada bermain atau belajar bersama orang tua. Sebagai orang tua juga seharusnya mengerti bagaimana menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak itu sangat penting bagi perkembangan kognitif dan mntal anak. Sekian, semoga bermanfaat yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s