Kisah Bilioner Rela Miskin Karna Rajin Beramal

on

Charles “Chuck” Feeney (82), seorang bilioner Irlandia-Amerika sukses mengumpulkan harta kekayaan senilai miliaran dolar. Namun, ia tidak serakah, bahkan semua hartanya telah disumbangkan demi kemanusiaan dan pendidikan di seluruh dunia.

Kini dirinya tidak memiliki rumah mewah, mobil atau sebuah jam mahal merek Rolex. Dia lebih suka bepergian dengan taksi, naik kereta api, menggunakan tiket ekonomi saat terbang, bahkan berjalan kaki sehari-hari.

Kerja kerasnya ‘membuang uang’ dimulai sejak 1980-an. Freeney lebih memilih untuk memberikan semua kekayaannya sementara ia masih hidup. Motonya adalah ingin membantu hidup orang lain.

Chuck Feeney lahir pada 23 April 1931 di Elizabeth, New Jersey. Saat itu, dunia dilanda resesi besar-besaran. Sehingga, ia pun terbiasa hidup sederhana. Ayahnya adalah pegawai asuransi dan ibunya berprofesi perawat.

Pada tahun 1948, pada usia 17, Chuck mendaftarkan diri di Angkatan Udara Amerika Serikat. Usai dinas militer, Feeney menerima beasiswa GI dan masuk di Cornell University School of Hotel Administration.

Saat inilah bakat Feeney dibidang bisnis muncul pertama kali. Dana beasiswa yang diterimanya sebulan sebesar $ 110, dan tidak cukup untuk menutupi biaya kuliah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia pun berbisnis menjual roti sandwich.

Setelah lulus dari Cornell University pada tahun 1956, Feeney memutuskan untuk belajar ilmu politik di Universitas Grenoble. Setelah menamatkan kuliahnya disini, Freeney terjun menjadi pengusaha, bisnis parfum, tape recorder dan radio transistor.

Pada tahun 1960, ia bersama mitranya mendirikan Duty Free Shoppers (DFS), membuka toko bebas bea cukai di Honolulu dan Hong Kong. DFS menjadi raksasa ritel global dengan toko-tokonya di seluruh dunia, dan menjadikan dirinya sangat kaya.

Pada tahun 1988, Forbes memutuskan Freeney diurutan ke 20 dari 400 daftar orang terkaya dunia. Namun, ternyata Forbes salah mengukur kekayaan bilioner ini. Freeney mengklaim hanya memiliki dana kurang dari $ 5 juta. Karna pada tahun 1982, ia secara diam-diam telah menyumbang sebagian besar hartanya ke yayasan amal.

Kecanduan Feeney untuk memberi sumbangan dimulai sejak 1981, dimana ia menghibahkan $ 700.000 pada Cornell University. Setelah kejadian itu, Feeney dibombardir dengan permintaan untuk donasi.

Ia kemudian mendirikan The Atlantic Philanthropies, sebuah yayasan amal di Bermuda. Tapi, tidak seperti banyak dermawan lainnya, Feeney lebih suka beramal tanpa diketahui publik. Anggota dan pegawai yayasan ini pun disumpah terlebih dahulu agar tetap menjaga rahasia.

Ia pun turut aktif mencari para dermawan kaya yang satu ide dengannya, dan sukses mengumpulkan tujuh milyar dolar lebih untuk disumbangkan kemudian.

Saat ini, Filantropi Atlantik tidak lagi memberikan hibah untuk perguruan tinggi. Sebaliknya, organisasi itu lebih memfokuskan pada isu-isu kesehatan, penuaan, anak-anak & remaja, hak asasi manusia dan rekonsiliasi.

Rahasia filantropi Feeney berakhir pada tahun 1997, setelah ia bersama mitranya Pilaro dan Parker menjual DFS sebesar $ 16 milyar. Pembagian hasilnya berujung di pengadilan. Disinilah terkuak, aliran dana Freeney hampir semuanya ke yayasan Atlantic, seperti dikutip dari The New York Times.

Pada tahun 2012, Freeney menerima gelar doktor kehormatan dari semua universitas di Irlandia, dalam sebuah peringatan even sejarah.

Feeney menikah sebanyak dua kali. Istri pertamanya bernama Danielle, dan yang kedua Helga, serta mendapatkan empat orang anak perempuan dan seorang putra.

“Saya punya pemikiran yang tidak pernah berubah, bahwa kekayaan itu semestinya digunakan untuk membantu orang. Saya mencoba untuk menjalani hidup biasa, seperti saat dibesarkan dahulu,” kata Feeney. “Saya bekerja keras bukan untuk menjadi kaya,” tuntasnya, seperti dikutip dari laman The Atlantic Philanthropies.

Kisah hidup Freeney menarik perhatian George Clooney di Hollywood, dan ia mempertimbangkan untuk mengadopsinya dalam sebuah layar lebar, dengan kemungkinan pemeran Danny DeVito.

Sumber : http://namafb.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s