23 September News Sosok 1952, Charlie Chaplin Pulang ke Inggris

Aktor dan sutradara legendaris, Charlie Chaplin, pulang ke Inggris setelah 21 tahun meninggalkan negara ini. Tujuan kedatangan Chaplin untuk mempromosikan film terbarunya, Limelight.

Ia tiba bersama istrinya, Oona, dan keempat anaknya di Southampton setelah berlayar menggunakan kapal Queen Elizabeth. Chaplin langsung disambut penggemarnya dan ditunggu para wartawan.

Di Inggris, Chaplin mengatakan kepada para kuli tinta tentang rencana untuk mengelilingi negara Ratu Elizabeth tersebut. Namun, ia tidak mau berkomentar soal kemungkinan ia tidak bisa kembali ke AS terkait tuduhan keterlibatannya dengan sayap kiri.

Dari Southampton, Chaplin dan keluarganya langsung naik kereta ke Stasion Waterloo, London. Di situ, ia juga langsung disambut para penggemar dengan meriah. Dalam konferensi pers di Hotel Savoy, Chaplin mengomentari ikon Kota London, Big Ben.

Ia terkejut karena Big Ben telah mengalami banyak perubahan. Walau begitu, Chaplin berpendapat Big Ben tetap cantik seperti dulu.

biografi singkat

Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE (lahir di East Street, Walworth, London, 16 April 1889 – meninggal di Vevey, Swiss, Swiss, 25 Desember 1977 pada umur 88 tahun), atau Charlie Chaplin, adalah aktor komedi Inggris yang merupakan salah satu pemeran film terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih, sekaligus sutradara film yang sukses. Aktingnya di layar perak menjadikan Charlie Chaplin sebagai salah satu artis pantomim dan badut terbaik yang sering dijadikan panutan bagi seniman di bidang yang sama.
Chaplin adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling kreatif di era film bisu. Di dalam film-filmnya, Chaplin dikenal suka merangkap-rangkap, mulai dari peran utama, sutradara, penulis naskah, hingga pengisi ilustrasi musik. Karier di dunia hiburan berlangsung selama 65 tahun, dirintisnya sebagai pemeran cilik di panggung zaman Victoria dan pertunjukan komedi music hall di Inggris, dan terus berkarya hingga sebelum meninggal di usia 88 tahun. Kehidupan Chaplin penuh pasang surut, mulai dari masa kecil yang dibalut kemiskinan, hingga tiba di puncak ketenaran bintang Hollywood sekaligus simbol budaya. Kehidupan pribadinya yang gemerlap mengundang banyak sanjungan sekaligus kontroversi.
Di dalam film-filmnya, Chaplin sering memerankan karakter “The Tramp”, seorang gelandangan berpotongan kumis petak yang memiliki etiket dan martabat seorang bangsawan. Kostum berupa jas kesempitan, celana panjang yang kebesaran, serta ke mana-mana membawa tongkat dan memakai topi tinggi.

http://id.wikipedia.org
http://www.mediaindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s