Kita Makin Sering Belanja Pakaian?

on

KOMPAS.com – Perempuan memang tidak bisa dilepaskan dari belanja, terutama belanja produk fashion. Seburuk apapun kondisi keuangannya, tingkat konsumsi produk fashion terutama pakaian perempuan tidak terlalu berpengaruh secara signifikan.

Lucy Siegle dari Cambridge University dalam risetnya mengatakan, sekitar 80 miliar produk garmen diproduksi setiap tahun di dunia. “Saya merasa, sepertinya separuh dari jumlah itu ada di ruang tidur saya,” ujar Siegle.

Ia menyebutkan bahwa fenomena ini diakibatkan oleh budaya yang dibawa oleh kaum selebriti, sementara tren harga cenderung menurun. Akibatnya, jaringan toko seperti H&M dan Primark yang diminati kaum perempuan juga mampu menawarkan barang-barang yang menarik dengan harga yang lebih rendah.

“Sejak kita memasuki periode deflasi harga pakaian yang luar biasa, kita bisa membeli dalam jumlah besar saat ini,” tambah Siegle.

Studi terbaru dari perusahaan fashion, Peacock, menyebutkan bahwa dari semua koleksi pakaiannya, rata-rata perempuan memiliki 22 produk garmen yang tidak pernah terpakai. Data ini juga menyebutkan setidaknya perempuan memiliki dua pasang jeans yang tidak dipakai sama sekali sejak dibeli.

Jadi, untuk apa membeli begitu banyak produk fashion jika tidak terpakai? Ada baiknya Anda memikirkan kembali fungsi pakaian yang Anda beli, daripada tergiur dengan diskon yang ditawarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s