Ribut-ribut Mr A di kubu Demokrat

on

JAKARTA, KOMPAS.com — Demokrat menuding politisi berinisial Mr A turut menunggangi kemelut internal yang terjadi di tubuh Partai Demokrat. Bahkan, politisi yang dikatakan sebagai tokoh eksternal Demokrat itu disebut berasal dari partai kawakan, dekat dengan Partai Demokrat, bermodal besar, dan tergabung dalam koalisi parpol pendukung pemerintah, berada di balik akun Twitter “@mnazar78”. Kendati demikian, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, mengaku berterima kasih kepada Mr A tersebut.

“Gara-gara politisi A, kader Demokrat jadi kompak,” katanya ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (3/6/2011).

Menurutnya, para kader Demokrat justru menjadi lebih waspada terhadap adanya upaya penghancuran partai dari pihak luar. Hal ini sejalan dengan peringatan yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. “Hati-hati, Partai Demokrat bisa dikerjai orang. Kita harus tetap kompak,” ujar Mubarok meniru ucapan SBY.

Pengamat politik Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, secara terpisah, juga menyampaikan, digulirkannya inisial Mr A oleh Demokrat bisa jadi sebagai upaya untuk menyolidkan internal partai yang tak kompak menghadapi kasus Nazaruddin. Ia melihat, kemungkinan adanya pihak luar yang “mendompleng” kasus Nazaruddin bisa saja terjadi. Akan tetapi, persoalan utama, menurutnya, adalah soliditas Demokrat yang tak utuh setelah adanya faksi-faksi seusai kongres tahun lalu.

“Saya menilai Mr A sengaja dipakai oleh elite Demokrat untuk kembali menyatukan kohesi partai yang dihantam faksi-faksi. Dengan memunculkan isu dari eksternal partai, akan memicu perbedaan sikap dalam menghadapi kasus Nazar menjadi solid. Memunculkan nama tokoh dari luar, dengan harapan kader partai lebih memerhatikan soal kepentingan dan kesatuan partai, ketimbang faksi,” tutur Burhanuddin.

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Golkar Bambang Soesatyo menilai, penyebutan Mr A oleh Wakil Sekjen Demokrat Ramadhan Pohan merupakan upaya pengalihan isu. Menurut Bambang, Ramadhan melempar inisial tersebut tanpa fakta ke publik dan menyebutnya pihak yang berupaya menghancurkan Partai Demokrat. Bambang menilai, apa yang dilakukan Ramadhan sebagai contoh cara berpolitik yang buruk.

“Kalau dia punya fakta, kenapa tidak langsung saja tunjuk hidung dan laporkan ke pihak berwajib. Bukannya berkelit dan berkilah. Itu namanya pengalihan isu dan mencoba menciptakan kambing hitam dan menebar fitnah terhadap politisi yag kebetulan berinisial ‘A’,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (3/6/2011).

Bambang mengaku paham bahwa Demokrat sedang mengalami kepanikan pascamencuatnya kasus dugaan suap Sesmenpora yang diduga melibatkan mantan Bendahara Umum Demokrat, M Nazaruddin, dan salah satu politisinya, Angelina Sondakh. Namun, anggota Komisi III DPR ini menegaskan, suasana menjadi tidak sehat ketika Ramadhan mulai menuding tanpa bukti.

“Bahkan ada kader Demokrat menyebut tokoh itu bermodal besar. Apa urusannya? Jelas tampak mereka masih hijau dalam berpolitik. Jujur saja, kita sebenarnya malas berkomentar. Sebab, kalau kita ngeladeni orang panik, sama bodohnya. Politisi yang memiliki inisial A kan banyak,” tambahnya.

Dengan pernyataan ini, Golkar memang termasuk pihak yang kena getahnya. Setelah Ramadhan melemparkan isu itu, asosiasi publik pun mengarah kepada tokoh-tokoh politik Golkar yang berinisial A, seperti Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, atau Agung Laksono. Bambang mengaku Golkar tak akan reaktif. Apalagi, akar masalahnya adalah urusan internal partai Demokrat sendiri. Bambang juga menegaskan, Golkar tak ada urusannya dengan pesan singkat (SMS) gelap yang disebut-sebut menyerang pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan elite Partai Demokrat.

“Itu semua muncul karena saling ancam dan saling buka di antara mereka sendiri. Yang terbaik adalah kita sebaiknya menjadi penonton yang baik saja. Waktu akan membuktikan, siapa yang bersalah dan siapa yang bersandiwara di antara mereka,” tandasnya.

catatan penulis:

ribut-ribut “Mr A”, aaaahhh g jelasss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s