McDonald’s Didesak Pensiunkan Ronald

on

LEBIH dari 550 organisasi dan kaum profesional kesehatan sedunia telah menandatangani surat kepada perusahaan McDonald’s agar menghentikan pemasaran cepat saji atau junk food kepada anak-anak dan mendesak agar Ronald McDonald segera dipensiunkan.

Surat itu dibuat dalam bentuk iklan satu halaman penuh di enam surat kabar metropolitan di Amerika Serikat pada Rabu (19/5). Dalam surat tersebut, tertulis bahwa diperlukan kontribusi dari masyarakat luas untuk memengaruhi epidemi kesehatan umum. Iklan dituding juga menjadi penyebab utama masalah kesehatan ini.

Di sisi lain, pihak Mcdonalds menyatakan, “Kami berkomitmen dan bertanggung jawab atas iklan, apalagi dalam hal berkomunikasi dengan anak-anak. Kami pun memahami pentingnya kesehatan dan gizi pada anak-anak. Kami berkomitmen untuk menjadi bagian dari dialog dan solusi. Kami menyediakan makanan berkualitas dan produk Happy Meal kami menawarkan pilihan dan variasi makanan dalam porsi anak-anak. Orang tua pun mengatakan bahwa mereka senang dengan pilihan Happy Meal kami.”

Kampanye ini diselenggarakan oleh kelompok nirlaba Corporate Accountability International yang juga menargetkan perusahaan rokok dan pembuat minuman seperti Coca-Cola Co dan PepsiCo Inc atas dampak lingkungan dari penggunaan botol plastik.

Surat ini juga mendesak McDonald’s untuk menghentikan pemasaran makanan tinggi garam, lemak, gula, dan kalori untuk anak-anak sekaligus menghentikan peran Ronald McDonald untuk mainan Happy Meal.
http://www.mediaindonesia.com

* kalo menurut sy sih, sebenarnya dampak iklan (khususnya preposisi maskot Ronald) untuk mempromosikan makanan siap saji, kurang begitu berpengaruh di Indonesia. Hal tersebut dapak dicegah dengan tindakan preventif orang tua. Sosialisasi dampak negatif mengkomsumsi makanan Junk foods atau fast food, memang diperlukan sejak dini. Terutama bagi ibu-ibu yang bekerja di kantor. Hal ini menjadi penting, sehingga sejak dini anak-anak sudah terbiasa mengkonsumsi makanan sehat dan terjamin acupan gizi seimbangnya. Ini merupakan kewajiban orang tua sebagai agen sosialisasi yang pertama (primer).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s