Pameran Bertema Raden Saleh di Dresden

on

SEBANYAK 15 lukisan karya Heri Dono mengenai pelukis ternama Indonesia, Raden Saleh, dan pemikiran serta pengalamannya, digelar di Istana Maxen, Dresden, Jerman, mulai 22 Mei hingga 11 September mendatang.

Pameran yang diselenggarakan Heimat Museum atau museum warisan budaya Maxen itu mendapat dukung KBRI Berlin, demikian Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Berlin, Purno Widodo, dalam keterangan persnya kepada koresponden Antara di London, Selasa (24/5).

Acara pembukaan pameran ini dihadiri berbagai tokoh politik, seni, dan budaya Jerman serta masyarakat pecinta seni di Dresden dan sekitarnya.

Duta Besar RI untuk Jerman Eddy Pratomo dalam sambutannya menyatakan bahwa Raden Saleh merupakan Duta Indonesia pertama untuk Jerman. “Raden Saleh telah meninggalkan warisan berupa ikatan persahabatan dan membangun kerja sama konstruktif bagi dua bangsa yang terpaut jarak dan budaya,” ujarnya.

Raden Saleh meletakkan fondasi hubungan dua bangsa dan juga perdamaian dunia dengan tulisan Jawa yang berarti “Sembahlah Tuhanmu dan Cintai Sesama Manusia” di Masjid Kubah Biru yang dibangunnya di atas tebing, tak jauh dari Istana Maxen.

Masjid Kubah Biru tersebut saat ini menjadi salah satu ikon Maxen dan juga daya tarik wisata di sana. Istana Maxen dipilih sebagai tempat penyelenggaraan pameran karena di sanalah tempat Raden Saleh pernah tinggal selama beberapa tahun.

Di istana tersebutlah Raden Saleh berinteraksi dengan berbagai seniman, pelukis, penyair, dan musisi elite kala itu, seperti Ludwig Tieck, Robert dan Clara Schumann, Karl Gutzkow, pendongeng Hans Christian Andersen, dan Ottilie von Goethe.

Pameran lukisan bertajuk Homage to Raden Saleh dalam rangka memperingati 200 tahun lahirnya Raden Saleh bertempat di Istana Maxen, Dresden, tempat Raden Saleh sempat tinggal dan menghasilkan karya-karya besarnya di Jerman 150 tahun lalu.

Jejak Raden Saleh sebagai pelukis masyhur dari tanah Jawa yang dihormati sangat jelas terlihat di Dresden. Dresden bagi Raden Saleh sangat berperan dalam memberinya inspirasi luar biasa sehingga dirinya berhasil menyelesaikan lukisan-lukisannya dengan cepat dan banyak.

Perpaduan antara Dresden sebagai kota seni budaya dan keindahan panoramanya telah membuatnya semakin kreatif dan betah tinggal beberapa tahun lamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s