Rusia, Kaya Warisan Budaya tapi Miskin Pendapatan

RUSIA boleh berbangga karena menempati peringkat 15 negara teratas dengan jumlah situs warisan dunia dan budaya terbanyak, tetapi sektor pariwisata negara itu ternyata hanya 3 persen dari produk domestik bruto.

“Jumlah wisatawan yang datang ke Rusia jatuh tahun lalu sebesar 7 persen menjadi 2,1 juta, sedangkan jumlah warga Rusia yang mengunjungi negara-negara asing meningkat sebesar 32 persen menjadi 12,6 juta,” kata Vladimir Kantorovich, wakil presiden pertama dari Asosiasi Tour Operator seperti dikutip dari Times of India pekan ini.

Para pejabat maupun turis semuanya mengaku mengalami masalah mulai dari kesulitan mendapatkan visa Rusia, kurangnya investasi, infrastruktur yang buruk, kejahatan, hingga hambatan bahasa.

“Saya memutuskan untuk datang ke Rusia karena mencintai budaya dan sejarahnya. Saya pun selalu penasaran untuk melihat Rusia secara langsung,” kata Laura, seorang mahasiswa dari Prancis.

“Yang mengejutkan, warga Rusia di Moskow ternyata tidak dapat berbahasa Inggris. Menurut saya, waraga setempat kurang mengharapkan wisatawan sehingga terkesan kurang ramah. Jadi, cukup sulit memang untuk menemukan jalan atau untuk makan di restoran,” katanya.

Menurut World Economic Forum (WEF), Rusia menempati urutan keempat di dunia dengan jumlah situs warisan dunia terbanyak dan ke-13 dengan jumlah situs budaya terbanyak. Namun, ia juga menempati peringkat ke-59 di antara 139 negara yang berpendapatan rendah akibat daya saing usaha pariwisata.

Di antara faktor yang menyebabkan Rusia miskin pendapatan, WEF menyebutkan antara lain yakni transportasi darat yang buruk, keselamatan dan masalah keamanan seperti tingkat kejahatan yang tinggi, kurangnya kepercayaan pada polisi untuk memberikan perlindunganm dan tingginya angka kematian yang disebabkan kecelakaan di jalan.

WEF berkata, “Pariwisata merupakan isu ke-122 paling penting bagi pemerintah.” Rusia menempati peringkat ke-91 negara yang paling banyak menghabiskan biaya untuk sector pariwisata, jauh di belakang Gambia, Kamboja, Paraguay, dan Tunisia.

“Rusia menghabiskan sekitar 0,6 euro untuk menarik satu wisatawan, sedangkan rata-rata negara lain menghabiskan 6 euro,” kata Yury Bazrykin, Wakil Presiden Perjalanan Industri Uni Rusia.

St Petersburg dan Moskow adalah dua kota yang paling banyak didatangi turis asing. Sementara itu, situs lain seperti Danau Baikal, danau terdalam di dunia, Semenanjung Kamchatka dengan gunung berapi serta flora dan fauna yang unik menarik hanya 1-2 persen dari wisatawan karena infrastruktur yang buruk.

“Tidak ada yang menciptakan rute wisata baru, meskipun daerahnya yang luas, sekitar 80 persen dari Rusia. Padahal situs-situs itu telah dibuka setelah runtuhnya Uni Soviet,” kata Kantorovich.

Rusia juga tergolong negara yang sangat mahal. “Saya benar-benar terkejut saat mengetahui bahwa Moskow lebih mahal daripada Paris,” kata Laura. Moskow tetap menjadi salah satu kota yang paling mahal dalam hal akomodasi. Tidak hanya di Eropa, tetapi juga di dunia.

“Tarif rata-rata kamar hotel secara tahunan di Moskow adalah sekitar US$237, sedangkan di Paris hnaya US$ 230, di London US$216, di Berlin US$189, dan di Praha US$141,” kata Knight Frank, salah satu pejabat perusahaan real estate.

Turis asing juga sering harus membayar lebih daripada warga Rusia untuk hiburan. Galeri Tretyakov di Moskow, misalnya, berbiaya 180 rubel untuk tiket dewasa orang Rusia dan dua kali lebih mahal untuk orang asing.

http://www.mediaindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s