KPK Ingatkan Hatta Radjasa Potensi Gratifikasi Pernikahan Anaknya

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kewajiban Menko Perekonomian, Hatta Radjasa, untuk melaporkan potensi gratifikasi dalam acara pernikahan putrinya dengan anggota DPR RI, Edhie Baskoro (Ibas), yang juga merupakan putra presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Karena, dalam satu pernikahan itu, ada tiga orang penyelenggara negara yaitu Hatta, Ibas, dan SBY.
Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Haryono Umar, menyatakan meskipun dalam satu pernikahan tersebut ada tiga orang penyelenggara negara, tetapi pihak yang wajib melaporkan gratifikasi itu hanya satu orang saja. Yaitu, pihak yang menyelenggarakan pernikahan itu.
“Ya biasanya, biasanya loh ya, yang menyelenggarakan itu kan pihak wanitanya, ya berarti ada kemungkinan Pak Hatta nanti yang wajib melaporkan. Tapi, itu tergantung juga siapa yang menyelenggarakan,” kata Haryono saat dihubungi Republika pada Rabu (27/4).
Haryono mengatakan kewajiban melaporkan gratifikasi itu diatur dalam Undang-undang Pasal 12C UU/20/2001 Tentag Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang-undang tersebut mengatur seorang penyelenggara negara harus melaporkan gratifikasi yang diterimanya ke KPK paling lambat 30 hari setelah hari penerimaan.
KPK tidak sebagai pihak yang datang untuk memeriksa potensi gratifikasi dalam resepsi pernikahan itu. KPK hanya bersikap pasif dengan menunggu laporan tersebut dari satu dari tiga penyelenggara negara yang melangsungkan pernikahan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s