Kisah tentang Sebotol Anggur

on

Kisah ini berawal dari pengalaman seseorang, sebut saja bernama fulus, bertahun-tahun silam ketika berkunjung ke suatu pedalaman untuk urusan bisnis. Dalam kunjungan tersebut ia ditemani oleh dua orang rekan kerjanya, sebut saja bernama falas dan fulas. Ketiganya menginap di rumah salah seorang warga karena belum ada hotel/losmen yang beroperasi saat itu. Rumah tersebut hanya dihuni oleh satu orang pria yang diberi tugas oleh tetua adat untuk melayani kebutuhan keseharian tamu, termasuk memasak dan menyediakan makanan.

Tidak banyak yang dibawa oleh ketiganya dalam kunjungan tersebut, dan salah satunya adalah Sebotol Anggur mahal. Rencananya sebotol anggur tersebut akan diberikan untuk tetua adat sebagai kenang-kenangan di akhir kunjungan.

Beberapa hari berjalan.. semua baik-baik saja.. kecuali satu hal, dari hari ke hari Botol Anggur yang mereka letakkan di ruang makan sepertinya terus berkurang isinya sedikit demi sedikit, padahal mereka tidak meminumnya.

Untuk memastikan apakah memang benar isi Botol Anggur itu berkurang, fulas memutuskan untuk membuat tanda berupa garis tipis di Botol Anggur, sehingga akan diketahui dengan jelas apabila isinya memang berkurang.

Apa yang terjadi?
Ternyata isinya memang berkurang terus dari hari ke hari, walaupun sedikit demi sedikit, dan tak ada satupun dari fulus, falas, maupun fulas yang merasa meminumnya.

Siapa yang meminumnya?
Baik fulus, falas, maupun fulas tidak punya tertuduh lain lagi selain si pengurus rumah yang terlihat lugu, sebab ketiganya memang selalu bersama-sama sepanjang hari untuk keperluan bisnis dan di rumah hanya di malam hari untuk makan malam dan langsung beristirahat agar dapat melanjutkan urusan bisnis di keesokan harinya.

Hingga suatu hari, mereka sepakat untuk memberi pelajaran kepada si pengurus rumah dengan cara mencampur isi Botol Anggur dengan air seni mereka. Ketiganya hanya saling lirik dan senyum-senyum saja melihat isi Botol Anggur masih terus berkurang sedikit demi sedikit setiap harinya.

Tetapi karena tidak tega membayangkan si pengurus rumah yang lugu tersebut terus menerus meminum air seni mereka, suatu hari ketiganya memutuskan untuk memanggil si pengurus rumah dan menanyakan tentang isi Botol Anggur.

Dengan gaya bertanya yang tidak menuduh secara langsung, falas yang bertindak sebagai juru bicara mengatakan bahwa mereka perhatikan isi Botol Anggur yang diletakkan di meja makan itu selalu berkurang setiap harinya, dan pasti ada seseorang di rumah ini yang meminumnya!

Serta merta si pengurus rumah yang lugu ini menyahut, “Not me, Boss!, Saya tidak meminumnya sedikitpun. Tetapi selama ini Saya hanya menggunakannya sedikit setiap hari untuk keperluan memasak MAKAN MALAM para Boss!

seringkali kita menjudge seseorang bersalah tanpa didasari bukti yang jelas. padahal jika ditanyakan sebab dan akibatnya, mungkin hal yang terlihat salah merupakan kebaikan untuk kita. mulailah ubah cara pandang kita agar lebih positif…

http://luckypermana.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s