Al Ain, Sebuah Oasis di Tengah Gurun Pasir

on

MUNGKIN sulit untuk menggambarkannya, tapi sebelum minyak ditemukan pada 1960-an, kawasan teluk tidak hanya sebuah gurun berpenghuni. Daerah ini memiliki sejarah yang panjang, dan salah satu tempat terbaik untuk belajar tentang hal itu adalah Al Ain.

Hanya satu jam di sebelah timur Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Al Ain terduduk di perbatasan dengan Oman. Dan apa yang awalnya paling mencolok tentang kota ini adalah kehijauan. Jalan-jalan di Al Ain diisi dengan pohon-pohon palem dan taman berlimpah. Karena hal itu, Al Ain dikenal sebagai Kota Taman Teluk.

Alasan untuk rasa Al Ain yang seperti oasis adalah pasokan air alamnya. Kota ini terkenal dengan sistem falaj-nya berupa saluran air bawah tanah di mana beberapa di antaranya telah ada sejak 1000 SM. Beberapa saluran air itu masih digunakan dan tempat terbaik untuk melihatnya ialah di salah satu dari enam oasis kota.

Kunjungilah salah satu oasisnya dan Anda akan melihat peternakan kecil yang masih panen kurma hingga saat ini. Berjalan-jalan melalui oasis, Anda akan menemukan jalur kecil yang akan menggiring kaki menjauh dari hiruk pikuk kota besar seperti Abu Dhabi dan Dubai.

Untuk menambah pesona Al Ain, batas ketinggian memastikan jika tidak ada gedung pencakar langit. Fitur arsitektur yang menjulang di Al Ain hanyalah benteng kota. Benteng terbesar dan paling terkenal adalah Al Jahili yang dibangun oleh Sheikh Zayed pada 1898 sebagai menara pertahanan dan retret musim panas.

Seiring perjalanannya, Benteng Al Jahili sempat rusak dan mengalami beberapa perbaikan, namun dalam beberapa tahun terakhir sering menjadi tuan rumah penyelenggaraan konser musik pada bulan-bulan dingin.

Beralih dari benteng, Anda bisa ke taman arkeologi Al Hilli yang menjadi rumah dari sisa-sisa pemukiman jaman Perunggu yang telah ada sejak 4.500 tahun lalu. Taman itu sendiri memiliki kebun yang indah dan bahkan Anda dapat melihat contoh falaj dari Jaman Besi.

Tempat lainnya yang patut dikunjungi ialah Museum Nasional Al Ain bila ingin melihat kisah sejarah tentang kota ini. Pameran meliputi gerabah yang terdata sejak abad ke-3 SM dan uang logam dari abad ke-17 M. (bbc/*/X-13)

http://www.mediaindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s