Tidak Ada yang Aman di Jakarta: Halte juga Rawan Tindak Kejahatan

on

Pemuda Ditemukan Tewas di Halte Bus Tosari

Rabu, 20 April 2011 08:05 WIB
PUSKOMINFO – Seorang pemuda ditemukan tewas di Halte Bus Tosari Jalan MH. Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2011) sekira pukul 04:00 WIB dinihari. Korban bernama Indra Lesmana, 20 tahun, warga Tanah Abang, Jakarta Pusat, ditemukan tewas diduga akibat ditusuk perampok.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, Helmi Irawan, 25 tahun, warga Depok, mengatakan korban saat itu sedang berada di TKP didatangi oleh dua orang pelaku yang meminta barang-barang korban. Kemudian korban berteriak minta tolong sehingga pelaku menusuk korban pada bagian dada kiri dan pinggang kiri.

Oleh saksi, korban ditolong dilarikan ke RS. Jakarta. Namun sekira 30 menit dalam perawatan korban meninggal dunia.

Peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Metro Menteng. Kini kasusnya tengah diselidiki untuk mengungkap pelakunya.

Jakarta – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyesalkan pembunuhan yang terjadi Halte Tosari, Jakarta. Pembunuhan tersebut mengindikasikan lemahnya standar keamanan di Ibukota.

“Ini menunjukkan Jakarta tidak aman lagi, standar keamanannya lemah sehingga orang bisa berbuat jahat semaunya,” ujar pengurus harian YLKI Tulus Abadi kepada detikcom, Rabu (20/4/2011).

Menurut Tulus, lemahnya standar keamanan di ibukota bisa dilihat dari tidak adanya nomor telepon pengaduan yang memadai. Saat ini masyarakat masih bingung bila ingin melaporkan harus menghubungi kemana.

“Kalau di luar negeri ada 911, tapi kalau di sini? Tidak semua orang tahu harus menghubungi ke mana bila ingin mengadukan sesuatu,” terangnya.

Selain itu, menurut Tulus petugas keamanan yang ada saat ini juga lamban dalam merespons setiap pengaduan yang masuk. Hal ini menyebabkan masyarakat menjadi enggan mengadukan sesuatu hal kepada polisi.

“Bukan membandingkan, tetapi kalau di luar negeri respon pengaduan itu sangat cepat. Paling lama 30 menit sudah ada petugas kepolisian, tapi pengaduan sering kali sudah dan tidak jarang yang tidak direspons,” terangnya.

Tata kota Ibukota juga dinilai menjadi faktor penyebab maraknya kejahatan. Tata kota yang ada saat ini cenderung menciptakan tingginya kriminalitas. Masyarakat tidak memiliki akses yang baik dalam hal transportasi, ruang terbuka hijau, ruang publik dan sarana yang lain.

“Berkaca dari Kota Bogota, dulu sebelum tata kotanya dirombak, angka kriminalitas juga tinggi di sana. Tapi setelah dirombak di mana transportasi umum memadai, ruang terbuka bagus, angka kriminalitas turun. Ini karena energi masyarakatnya tersalurkan dengan baik,” imbuhnya.

Seorang pekerja di Plaza Indonesia, Indra Lesmana ditusuk dua pria tak dikenal saat melintas di halte bus Tosari, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Selasa (19/4/2011), pukul 04.00 WIB. Indra tidak mau memberikan ponselnya kepada dua pemeras tersebut. Kedua pelaku kemudian menusuk dada kiri dan pinggang kiri Indra, sedangkan teman Indra, HI kabur dan meminta pertolongan seorang satpam di sekitar lokasi.

http://humaspoldametrojaya.blogspot.com
http://www.detiknews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s