Rencana Kenaikan Premiun Dinilai Terlalu Tinggi

on

JAKARTA–MICOM: Rencana pemerintah menaikkan harga premium menjadi Rp6.500 per liter dinilai terlalu tinggi. Seharusnya, pemerintah cukup menaikkan harga premium Rp1.000 per liter sehingga menjadi Rp5.500 per liter.

“Menaikkan harga premium menjadi Rp6.500 per liter itu kemahalan. Kalau naik itu maksimal Rp1.000 per liter,” kata pengamat perminyakan, Kurtubi, Minggu (17/4).

Kurtubi menjelaskan dengan menaikkan harga BBM, khususnya premium, sebesar Rp1.000 per liter, pemerintah bisa menghemat anggaran hingga Rp25 triliun. Selain itu, menaikkan harga premium harus melihat dampak inflasi lebih jauh.

“Kalau naik Rp1.000 dampak inflasi itu tidak terlalu besar dan pemerintah bisa menghemat Rp25 triliun. Tetapi jika naik menjadi Rp6.500 bisa berbahaya bagi inflasi dan khususnya psikologis masyarakat,” ujarnya.

Kurtubi mengakui memang sudah sepantasnya harga BBM, khususnya premium, disesuaikan dengan kenaikan harga minyak dunia. Ia mengatakan kenaikan harga premium sudah tidak bisa lagi dihindari.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Eddy Putra Irawadi di Bandung, Sabtu (16-4), mengatakan pemerintah menyiapkan empat opsi pengendalian BBM bersubsidi, mulai dari kenaikan harga premium sampai menahan harga pertamax di Rp7.500 per liter.

Opsi pertama adalah melakukan pengaturan pengguna sekaligus penjatahan volume BBM bersubsidi menggunakan alat deteksi radio frequency identification (RFID). Opsi kedua adalah pengaturan pengguna diimbangi dengan penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Opsi ketiga adalah penyesuaian harga BBM diimbangi dengan pemberian subsidi langsung menggunakan alat kendali kartu prabayar.

Opsi keempat atau terakhir adalah pengaturan pengguna sekaligus menyubsidi pertamax dengan mematok harganya sebesar Rp7.500 per liter. Skema pengaturan pengguna BBM subsidi masih sama, yakni pengguna kendaraan pelat kuning, roda dua/tiga, dan

kendaraan layanan umum bisa mengonsumsi premium seharga Rp4.500, sedangkan pengguna kendaraan pribadi hanya boleh pakai pertamax. (Lampung Post/OL-13)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s