Piran, Kota Indah di Tepi Laut Adriatik

on

DI sebuah teluk yang menghadap Laut Adriatik di Slovenia, berdiri sebuah kota indah dengan atap khas berwarna merah dan berbagai bangunan dengan dinding putihnya. Kota itu terkenal dengan nama yang sama dengan nama teluknya yaitu Piran.

Kota Piran adalah salah satu dari tiga kota utama Slovenian Istria. Bisa dikatakan kota ini seperti sebuah museum terbuka yang besar, dengan arsitektur abad pertengahan dan warisan budaya yang kaya.

Jalan-jalan sempit beserta rumah-rumah dengan bangunan kuno yang khas kompak memberikan pesona tersendiri. Ini menjadikan Piran sebagai salah satu atraksi wisata utama di Slovenia.

Piran tak bisa lepas dari nama seorang tokoh yang sangat berpengaruh. Ia adalah seorang komposer dan pemain biola bernama Giuseppe Tartini. Karena ketenarannya, nama Tartini diabadikan sebagai nama alun-alun utama yang bisa ditemukan di tengah kota. Di alun-alun itu juga terdapat sebuah patung Giuseppe Tartini yang berdiri sejak 1896.

Masih berhubungan dengan Tartini, Anda bisa berkunjung ke rumah yang sekaligus menjadi tempat kelahiran sang komposer yang berada dekat alun-alun. Bangunan Rumah Tartini merupakan salah satu yang tertua di antara bangunan lain di sekitar alun-alun.

Rumah Tartini telah ada sejak 1384. Kala itu ini merupakan bangunan gotik Casa Pizagrua. Seiring perjalanan waktu, bangunanya kemudian direnovasi dengan gaya neo-klasik. Saat ini Rumah Tartini berfungsi sebagai tempat untuk proyek budaya, galeri, dan museum. Di bagian museumnya, Anda bisa melihat biola yang pernah digunakan Tartini.

Beralih dari kisah sang pemain biola, Anda bisa mengagumi Dinding Kota Piran, sebuah dinding pertahanan yang dibangun untuk melindungi kota. Bagian besar tembok ini masih terjaga dengan baik hingga kini.

Karena perluasan wilayah kota, Dinding Kota Piran dibangun dalam tiga tahap. Pertama pada abad ke-7 yang membagi kota dengan empat jalan. Dinding pertama ini masih bisa dilihat sebagai bagian dari kota tua Piran. Selanjutnya dinding diperluas ke barat daya dan tahap finalnya selesai antara 1470-1533 yang melindungi keseluruhan semenanjung.

Selain Rumah Tartini dan Dinding Kota Piran, Anda juga bisa mengunjungi beberapa bangunan kuno dan salah satu yang tertua seperti Istana Kota, Loggia and Benecanka. Atau menanjak ke atas bukit, Anda akan menemukan gereja terbesar dan terpenting di Kota Piran bernama Gereja Saint George dengan Biara Fransiscan di dekatnya.

Khas kota-kota kuno di Eropa, Anda dapat dengan mudah berkeliling kota dengan berjalan kaki. Sebaiknya berjalanlah perlahan untuk mengagumi arsitektur bangunan abad pertengahan dan atmosfer kotanya. (wikipedia/*/X-13)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s