Pernyataan Tebusan Sandera Somalia Dikirim Hari Ini

on

JAKARTA–MICOM: PT Samudera Indonesia (SI) memiliki waktu sampai hari Jumat (15/3) pukul 15.00 WIB untuk menyatakan kesanggupan membayar tebusan kepada perompak Somalia yang membajak Kapal Sinar Kudus sejak 16 Maret lalu.

Menurut Kapten Kapal Slamet Juari, pernyataan kesanggupan tersebut nanti akan dipelajari dahulu sebelum ditandatangani oleh pemimpin perompak, Mohamed Salah.

“Kita tunggu berita kesanggupan itu. Sejauh ini belum ada agreement. Katanya kita tunggu sampai jam 11.00 waktu kapal, atau 15.00 WIB,” tutur Slamet saat dihubungi Media Indonesia via sambungan internasional, Jumat (15/4).

Menurut Slamet, kesepakatan yang dikirim via e-mail itu akan dipelajari terlebih dahulu sebelum kepala perompak Mohamed Salah menandanganinya. Perjanjian akan dipindai (scan) sebelum dikirim kembali ke Jakarta, disertai tata cara pengiriman uang tersebut.

Saat ditanya mengenai jumlah, Slamet mengaku belum tahu apakah ada perubahan dari perjanjian-perjanjian sebelumnya. Sejauh ini angka terus berubah mulai dari US$2,6 juta, naik menjadi US$3,5 juta, sebelum turun kembali ke US$3 juta.

“Saya belum tahu, saya harapkan kemarin US$3 juta sesusai permintaan perompak. Kalau ditawar lagi mungkin nanti mereka malah marah dan minta naik lagi,” tutur dia.

Pada Kamis (13/4) lalu, PT SI dikabarkan akan memberi pernyataan kesanggupan membayar uang tebusan. Slamet mengaku hingga kini sama sekali belum ada kepastian pembayaran tersebut.

“Mana belum ada (sampai sekarang). Makanya kami ketar ketir, tadi pukuli 09.30 WIB sudah saya cek, tetapi belum. Takutnya sudah tidak ada kesempatan lagi. Terakhir katanya pernyataan akan diberikan pada 11.00 waktu kapal atau 15.00 WIB. Itu kata Mariandi, juru bicara PT SI yang ngomongnya bolak balik enggak karuan,” ungkap Slamet yang mengaku khawatir akan keselamatan anak buahnya.

Kondisi para sandera hingga kini sudah sedikit membaik meski minim perawatan medis, air bersih, ataupun makanan. Salah satu yang paling parah, Slamet Riyadi yang berusia 58 tahun sudah diizinkan tidur di kamar tersendiri agar lebih terawat.

Sementara 19 kru kapal termasuk Slamet hanya boleh berada di anjungan kapal. “Sebenarnya kalau Slamet (Riyadi) juga tidak boleh. Tapi saya nego karena kadang di sini terlalu dingin. Dan ternyata dia punya ambeien yang cukup parah, kita tidak ada obatnya,” ujar Slamet kepada Media Indonesia. (SZ/OL-8)

http://www.mediaindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s