Wow! Bumi Masih Miliki 1.300 Spesies Baru

on

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sekitar 1.300 spesies baru ditemukan dari seluruh dunia termasuk di Indonesia dalam 20 tahun studi lapangan Program Kaji Cepat (Rapid Assessment Program/RAP). Studi lapangan itu dilakukan oleh Conservation International (CI).

“Penemuan spesies baru ini terkompilasi dalam buku baru ‘Still Counting…’. Studi selama 20 tahun telah berhasil mengidentifikasi seribuan spesies baru,” kata Komunikasi CI Indonesia, Fachruddin Mangunjaya yang dihubungi dari Jakarta, Rabu (13/4).

Ia mengatakan, buku tersebut disunting oleh Leeanne Alonso, Direktur Program Kaji Cepat (RAP) CI yang bekerja sama dengan banyak ilmuwan terkemuka lainnya.

Sebagian isi buku berupa memoar, sebagian laporan historis, sebagian panduan metodologi. Buku “Still Counting…” atau Masih Menghitung … merupakan upaya untuk mengenang kembali ekspedisi RAP ke beberapa daerah yang paling terpencil dan paling dikenal di dunia.

Buku tersebut menceritakan kembali tantangan fisik dan pribadi yang dialami oleh para ilmuwan. Didalamnya trdapat lebih dari 400 foto berwarna yang menakjubkan dari spesies langka dan menarik di seluruh dunia.

Buku memuat koleksi lebih dari 1.300 spesies baru yang belum pernah dilihat sebelumnya dan sepenuhnya baru bagi ilmu pengetahuan. Lebih dari 500 spesies secara resmi telah digambarkan oleh ahli taksonomi, tetapi lebih banyak lagi yang saat ini sedang diproses.

Spesies baru yang berhasil ditemukan di antaranya, Kadal buntut daun Setan atau dalam nama ilmiahnya phantasticus Uroplatus dari Madagaskar, ET salamander dengan nama ilmiah Bolitoglossa sp November dari Ekuador dan Smoky honeyeater bernama ilmiah Melipotes carolae berlokasi di Indonesia.

Studi RAP dilakukan karena melihat ada sekitar 1,9 juta spesies hewan telah didokumentasikan, tetapi diperkirakan bahwa sebanyak 10-30 spesies organisme tersebut belum dapat ditemukan dan dijelaskan secara ilmiah.

Banyak yang menghilang sebelum ilmuwan memiliki kesempatan untuk menemukan dan mempelajari spesies-spesies itu. Situasi itu ialah proses yang dikenal sebagai kepunahan tragis Centinelan.

Dengan melakukan survei RAP di tempat-tempat yang sedang dipertimbangkan untuk pengembangan industri, RAP mampu membuat data spesies yang lain bisa hidup dan menghilang tanpa pengetahuan siapa pun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s