Wanita Badui Melahirkan 4 Bayi Kembar Setelah 31 Tahun Menikah

REPUBLIKA.CO.ID, SINAI UTARA – Seorang wanita Mesir, Rabu (13/3) kemarin, melahirkan bayi kembar 4 setelah berkali-kali gagal memiliki anak selama 31 tahun pernikahannya.

Perempuan suku Badui ini berasal dari sebuah desa dekat kota Syekh Zuwaid, Sinai Utara. Ia melahirkan anak-anaknya di rumah secara normal setelah menolak dibawa ke rumah sakit. Menurut warga setempat, kejadian ini adalah salah satu peristiwa langka di Syekh Zuwaid. Sang suami yang tengah berbahagia langsung menyembelih hewan-hewan ternaknya, di tengah kegembiraan warga kabilah.

Sumber-sumber medis mengatakan wanita empat puluhan tahun ini—selama bertahun-tahun sejak pernikahannya—tak pernah sekalipun mau dibawa ke dokter.

Namun beberapa bulan lalu ia merasa sakit dan pergi ke dokter, yang kemudian mengabarkan bahwa dirinya tengah mengandung. Ternyata embrio yang dikandungnya lebih dari satu, hingga dokter menyarankan untuk membuang sejumlah embrio agar ia dapat melalui tahapan kehamilannya dengan aman.

Tapi si wanita, kata orang tuanya, menolak untuk menyingkirkan embrio tersebut, walaupun cuma satu. Dan kehamilannya berlanjut hingga mencapai usia sembilan bulan.Ketika saat kelahiran tiba, wanita ini menolak dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan tim medis. Secara mengejutkan, ia melahirkan secara alami di rumahnya. Mendapatkan anak pertama berjumlah empat sekaligus; tiga laki-laki dan satu perempuan. Semuanya dalam kondisi baik dan sehat.

Menurut kerabat si wanita, suaminya memberikan nama-nama Aidh, Manshur, dan Salim untuk anak lelaki. Sedangkan anak perempuan diberinama sesuai dengan nama ibu si ayah. “Kegembiraan melanda seluruh desa begitu kami mendengar tetangga yang telah 31 menikah, namun belum dikarunia anak, akhirnya hamil dan melahirkan. Kebahagiaan kian membuncah karena begitu melahirkan, yang keluar empat bayi sekaligus,” kata seorang warga.

Dalam tradisi Badui, jika seseorang dikarunia anak kembar maka ia harus mengadakan sebuah perayaan besar yang dihadiri oleh warga kabilah dan suku-suku lainnya. Tentu saja jumlah hewan ternak yang disembelih berbeda dengan perayaan kenduri biasa, atau kelahiran satu jabang bayi saja.

Selain pesta dan makan-makan, acara syukuran tersebut juga diiringi dengan pembacaan puisi dan konser musik Badui, dalam suasana suka cita nan bahagia.

One Comment Add yours

  1. Agung Rangga says:

    wow, sekali lahir kembar 4?😯

    Mampir ya ke blogku :
    http://popnote.wordpress.com
    Terima kasih…😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s