hantu pohon cery dan pocong jadi-jadian

Kenalkan namaku dany. Aku mempunyai adik perempuan namanya mumun. Kami sangat dekat karena perbedan usia kami yang hanya terpaut 1 setengah tahun. Saat kecil, aku dan adiku sering bermain hantu2an. Kami sering bersembunyi di atas pohon cery d.i ujung pada malam hari untuk menakut-nakuti anak lain. Padahal hal tersebut kami lakukan agar tidak ada yang mengganggu kami bermain. Maka mulailah hantu pohon cery diperbincangkan, sedangkan kami didaulat menjadi 2 bocah pemberani yang bermain d.isekitar pohon angker tersebut. Kasian anak2 itu tidak tahu cerita yang sebenarnya. “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ .

Pada suatu hari, listrik di gang-an rumah kami padam. Padahal, hari sudah malam. Aku dan adiku yang tidur satu kamar, seketika menjadi ketakutan. Karena melihat wajah lucu ad.iku yang ketakutan, terbesit keinginanku untuk mengerjainya. Dan adiku berteriak dengan sangat kencang,”poocooonggg!!!”. Ayah dan ibuku sampai terkejut karena mendengar teriakan adiku, dan segera menghampiri kamar kami.

Di kamar, adiku menangis, sedangkan aku tertawa terbahak-bahak. Ibuku bertanya, ”ada apa ini?”.. ”gak papa kow mah, si mumun aja tuh yang cengeng, masa liat bantal guling berdiri aja dibilang pocong, hehehe,” sahutku menahan tawa. ”kamu ini ka, iseng aja sama adekmu”, te.gur ayahku. ”sapa suruh dia cengeng”, kataku sambil menjulurkan lidah kepada adiku. ”hush kamu itu ka. Udah ade diem nangisnya”, kata ibu sambil merangkul adiku. Aku hanya mesam-mesem saja. Memang asik ngerjain orang (hihi).

Selanjutnya adiku tidak pernah mengikuti aku bermain hantu-hantuan lagi. Rupanya ia dendam padaku dan melampiaskannya dengan memberitahu anak kecil lainnya bahwa aku adalah dalang aksi hantu yang mengganggu aktifitas bermain mereka. Mereka tidak takut lagi, malah aku dilempari buah cery. Semenjak itu aku menyudahi aksi hantu2an. Dan legenda tentang hantu pohon cery berakhir sudah.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Sayur Basi

Minggu itu, aku dan adiku sedang menginap di rumah tante ku di tangerang. Tentu saja kami harus makan apapun yang disiapkan oleh tanteku. Hidangan siang itu adalah tahu goreng dan sayur asam. Seumur hidupnya adikku tidak pernah memakan sayur asam. Maka terjadilah dialog yang konyol ini.

Aku: ”dek makan sono sayurnya, udah dimasakin juga sama tantenya”
Adiku: *dengan terpaksa menggambil sayur, walaupun hanya kuahnya saja

Kami makan di ruang tengah, sambil mengobrol dengan tanteku. Tiba2 adikku berkata.

Adikku: ”tante maaf, ini sayurnya basi ya tan?”
Tanteku: *terkejut ”masa si? Orang baru masak tadi kow”
Adikku: ”iya soalnya sayurnya rada asem”
Aku, sepupu dan tantekku: *tertawa
Aku: ”ya namanya juga sayur asem, rasanya asem lah” *geleng2 kepala
Adikku: *tersenyum malu ”yaa, abis aku kan gak pernah makan sayur asem, tan. Jadi aku kira sayurnya udah basi, “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ”

Posted with WordPress for BlackBerry.

gombalan gagal: uang 2.000

Sore itu, gue lagi ngobrol ma temen gue, si Anah. Gue ngobrol sambil ngecek TL salah satu akun paling konyol di dunia twit. Dan membaca TL tersebut.

Gue : ”eh ney twit lucu deh”
Anah : ”mana?”
Gue : *sambil nyontek hp ”din, katanya u kanibal? Makannya apa sih? | daun | kow daun? Itu mah vegetarian dung | daun teliga|”
Anah : *tertawa. ”ka, ada uang dua ribuan kaga?”
Gue : *dengan polosnya mengeluarkan uang 5 ribu dan asik mengecek twit lucu lainnya
Anah : ”bukan tw” *tertawa ”2ribu nya buat parkir hati aku di kamu”
Gue : *tertawa ”gue pikr u minta 2ribuan beneran”
Anah : *tertawa terbahak-bahak ”gombal gagal dah gue”

Posted with WordPress for BlackBerry.

Seperti Anak Kembar

Karena, aku dan adikku umurnya tidak terpaut jauh, hanya satu setengah tahun, jadi mama sering membelikan kami sesuatu yang sama. Seakan2 kami anak kembar. Mungkin hanya warnanya yang berbeda, tetapi pada intinya barang itu sama. Apalagi kami sama2 perempuan dan ukuran badan kami tak jauh berbeda Jadi barang itu entah baju, tas, sepatu, semua sama yang membedakan hanya warna. Jika adikku serba berwarna pink, dan aku serba ungu. Memang ketika kami masih kecil hal itu tidak terlalu mengganggu. Lucu2 saja memakai segala sesuatu kembaran. Seperti dresscode. Tapi ketika beranjak dewasa, hal tersebut menjadi membosankan. Karena semua barang kami sama, jadi tidak bisa bertukar. Karena itu kami pun memutuskan untuk membeli barang2 yang berbeda. Kebetulan, kami memiliki selera yang berbeda. Aku suka yang berkesan kasual, collorfull dan sedikit tomboy. Sedangkan adikku lebih suka yang feminim dan bercorak. Jadi jika bosan menggunakan barang yg itu2 saja aku akan bertukar dengan adikku, begitupun sebaliknya. Lebih variatlf bukan?

Posted with WordPress for BlackBerry.

shocktober at La Piazza

Sabtu itu aku dan adik serta sepupuku jalan2 ke lapiazza, kelapa gading. Di sana sedang di adakan Shocktober. Shocktober sendiri adalah even yg diadakan oleh mal kelapa gading untuk memperingati haloowen. Baru di mulai pada tahun 2010. Ȋп̥̥̲̣̣̣î adalah Tahun kedua acara tersebut diadakan. Semuanya serba hantu dan penyihir. Boneka labu menghiasi sekeliling lapangan la piazza, tak ketinggalan boneka nenek sihir tergantung di langit2 seolah terbang. Tapi dari sekian kemeriahan yg ada, satu hal yang menjadi daya tarik tersendiri dari tempat itu, yakni permainan rumah hantu. Ada 2 tempat yg bs dipilih yakni gerbong kereta api, atau stasiun kereta api. Banyak masy di sekatar kelapa gding yg trtarik untuk memasuki permainan tersebut, termasuk kami.

Aku, nadia, vira, kevin dan irul pergi dr rumah jam stgah 5 sore. Kami menggunakan taksi agar tak kesorean di gading. Lumayan, berlima hanya Rp. 25.000. Cepat dan nyaman, hanya 45 menit kami sudah sampai tempat tujuan. Harus segera sampai, karena rmh hantu tersebut akan diberhentikan sementara untk istirahat dari jam setengah 7 sampai jam 8 malam.

Kami pun segera membeli tiket. Satu tiket dikenakan biaya Rp. 25.000/2 orang. Kami memilih permainan gerbong kereta api. Setelah mengantri lumayan lama, hampir mendekati magrib, tiba2 saja aku merasa sangat ketakutan. Maklum saja saat itu sedang magrib. Dan ketika masuk hanya boleh 6 org. Karna di tmpat seperti itu bkan tdak mgkn, mahluk halus ada beneran, padahal kita menyangka ia manusia. Ya kan? (―˛―“)

Ketika semakin dekat, nyali ku makin ciut. Aku memang penakut, Tapi mendengar kalau di dalam gerbong bunyi teriakan dan suara org brlarian, aku malah jadi penasaran.

Akhirnya giliran kami pun tiba. Kami masuk serombongan, tp karena irul tergolong msh anak2, maka 2 org yg brpacaran di samping aku saat mengantri td jg dipersilakan masuk. Aku menggenggam tangan kevin erat2., gerbong gelap, ada 3 penunggu yg sdh menanti untk menakut-nakuti kami. Ku dngar :sepasang kekasih itu jg masuk. Sepertinya sang cewe ketakutan. Dgn gaya pahlawan, sang cowo menenangkan sang cewe, ”tenang aja sayang, ada aku”, sambil merangkul pacarnya Mereka tampaknya msh SMP. ‘So sweet benar’, pikirku.

Tiba di ujung gerbong pertama, hantu pengemis yg menyerupai tokoh nek lampir di ind*si*r, mengagetkn kami. Ia menggetok-getokkan tongkatnya dan bergerak mendekati kami. Kontan kami kaget. Tp lbh kaget lg ketika kdua pasangan tersebut berlarian menuju kami, sang cwe memeluk nadia sdgkan yg cwo menarik jaket kevin. Kami tercengang dan hanya tertawa-tawa kecil. Sang cowo ternyata penakut jg.

Lalu menuju gerbong ke dua ada tukang jamu jongkok di sisi gelap shngga kami tdak melihatnya karena perhatian kami teralihkn dgn gambar2 seram di sisi yg lebih terang. Sepertinya ia menangkap kaki si cewe tadi. Dan ia berteriak2 dan lari meninggalkan pacarnya dan kami. Kami hanya bs terbengong saja. Pacarnya pun tak berani mengejar cwenya. Ia msh berpegangan erat pada jaket kevin. Dengan lirih ia berkata ”temenin gue dung ngejai cewe gue”.. Walah2 kalo aku jd pacarnya ύđ∂h aku putusin cowo kaya begitu.

Akhirnya kami mempercepat langkah kami. Dan hampir sampai di gerbong ke tiga, di samping kami ada hantu perempuan bergaun pengantin. Hantu tersebut hilir mudik menatap kami dgn tampangnya yg seram. Sang cewe pun kembali bersama kami, setelah mendengar bunyi jatuh di gerbong selanjutnya. Vira yang berprofesi sebagai model malah berkomentar konyol untk mencairkan suasana. ”make up nya ketebelan mba n terlalu pucat, laen kali kalo mau make up sama saya saja y mba“ katanya sambil memberi (◦˘⌣˘)ε˘`) cium jauh. Kami pun malah ikut berdadah2 ria dgn si hantu pengantin itu..

Saat membuka tirai ke gerbong selanjutnya ternyata ada pocong menunggu di sisi tirai yg kami buka. Kami hendak berteriak tapi nadia dgn polosnya malah mengatakan ”eh, kok pocong warnanya merah?” dan dijawab oleh mr. Pocong ”ya iyalah, kn ceritanya ȋп̥̥̲̣̣̣î darah” spotan saja kami tertawa. Jadi pocong kok latah. Sebagai pocong dia gagal menakut-nakuti kami.. (k ツ (っˆヮˆ)っ k ツ ).

Lalu ada sebuah cahaya senter menerpa wajahku. Di ujung lorong berdiri seorang penjaga karcis. Kevin bilang padaku ȋп̥̥̲̣̣̣î sudah berakhir. Tapi menurutku tidak. Sang penjaga karcis mendekati kami dengan cara berjalan yang aneh. Seperti zombie di acara The Walking Dead di tv kabel. Benar saja, saat mendekat, muka penjaga karcis itu sangat seram. Dengan suara menakutkan dia bertanya, ”mana karcis nya?”, ke arahku. Aku langsung mendekap tangan kevin. Di belakangku, nadia menarik perutku kencang sekali. Ternyata ia juga ditarik oleh anak perempuan yg bersama pacarnya tadi. Pocong merah yang kami lewati juga mengejar kami. Tapi anehnya bukannya lompat, pocong itu malah berlari. ‘Pocong yang aneh’, gumanku.

Aku, kevin, nadia, irul dan cowok penakut tadi berhasil lepas dari dua hantu jadi2an itu. Sedangkan vira dan si cewek tertinggal sedikit di belakang. Ku dengar suara cewek itu berteriak2 ketakutan. Tapi dgn suara lantang vira berkata, ”apa lo, deket:2 gue lempar y sama sepatu gue”.

Ancaman Vira yg kebetulan mengunakan high hell 15cm, cukup membuat kedua hantu tersebut mundur. Yaa, siapa juga yg mau dicium high hell (♧♧Hi°˚˚°Hi♧♧). Kamipun akhirnya dapat keluar dari tempat itu. Di luar, kami meoihat sang cewek yang bersama kami tadi menangis, Dan dirangkul oleh pacarnya. Tak lama kemudian ia pingsan. Kasian dia, sudah takut, eh malah harus menerima kenyataan bahwa sang pacar juga penakut Dan tidak bisa diandalkan. Kasian, sungguh kasian. ƪ(‾ε‾“)ʃ (ckckck)

Selanjutnya kami melanjutkan petualangan kami dgn berburu foto bersama para hantu. Ada Frankenstein, iblis merah, mummy Dan terakhir foto studio bersama kuntilanak. Dengan membayar Rp. 20.000, kami dapat berfoto Dan langsung mendapat hasilnya. Yang lucu saat Irul berfoto berdua dengan kuntilanak tersebut, ia berpura2 dicekik oleh sang kuntilanak. Tapi kuntilanak itu mengerjai irul dengan tidak melepaskan tangannya dari leher irul. Kami menakut-nakuti irul, “hayoo loh rul, ngak bisa lepas”. Si irul ketakutan sampai hampir menangis. Kami hanya terkekeh saja melihatnya.

Finnaly, its so fun bermain di arena Shocktober. Mudah2an tahun 2012 ada lagi. ƪ(◦”̮◦)┐ ƪ(◦”̮◦)ʃ┌(◦”̮◦)ʃ

saat2 tidak menyenangkan ketika dia tak ada

Ada kala jadi jomblo itu tidak menyenangkan. Apalagi ketika melihat orang lain bersama-sama bercengkrama dan tertawa dengan pasangannya. Sedangkan kamu, sendiri meratapi nasib dan mempertanyakan kapan tuhan akan mendatangkan belahan jiwa untukmu. Merasa kesepian di kala sendiri. Merasa tak berdaya ketika kesukaran. Memang terkadang menyenangkan jika sendiri. Kamu bebas melakukan apapun kemanapun dan dengan siapapun. Tak perlu sering-sering melapor. Tapi ketika kau merasa tidak kuat untuk menghadapi suatu masalah, siapa yang menenangkanmu? Siapa yg mendekapmu? Siapa yang menghapus kesedihanmu? Siapa yg akan mengeluarkanmu dari kesulitan? Itulah saat-saat yang tidak menyenangkan ketika kamu sendiri a.k.a jomblo

Ditulis oleh nyangko,
Ketika hujan di jumat malam,
Dan sendiri di
__Π_____
/________/ \ Ʀǜ♍ªћ
| 田田. |▇|.   


Posted with WordPress for BlackBerry.

Bapak Sih Klakson, Saya Kan Kaget

Suatu hari Sersan Joni sedang mengisi bahan bakar mobil Opel Blazernya di sebuah Pom Bensin. Kala itu, ia hendak pergi menjalankan tugas dinas kemiliteran, dan menggunakan pakaian tentara. Ia berlagak seperti orang yang memang sudah sepatutnya untuk dihormati. Terbukti dari pegawai pom bensin tersebut yang segan melayani dia. Ditambah pom bensin itu memang lenggang, dan hanya 2 mobil yang mengantri. Ia malah sengaja berlama-lama mengeluarkan uang untuk membayar bensin, supaya orang lain tahu kalau dia adalah seorang tentara.

Rupanya tindakan tersebut memancing ketidak-senangan seorang pengemudi mobil yang berada tepat di belakang mobil Sersan Joni. Pengemudi mobil kijang tersebut berkali-kali membunyikan klakson mobil untuk memberitahu Sersan Joni agar segera mempercepat tindakannya. Sersan Joni memperhatikan mobil tersebut. Pengemudinya menggunakan baju sipil. Ia tidak terima. ‘Belum tahu dia, siapa saya’, pikir Sersan Joni menyombong. Ia berjalan ke arah mobil tersebut.

“Woi, bisa sabar dikit ngak sih!”, teriak Sersan Joni kepada pengemudi mobil Kijang, smbil mengetuk kasar kaca pintu mobil tepat sang pengemudi tersebut menyetir.

“Apa?”, kata sang pengemudi Kijang dengan memasang muka seolah-olah tidak berdosa.

Pengemudi Kijang itu menurunkan kaca mobilnya dengan tenang. Alangkah terkejutnya Sersan Joni ketika kaca mobil diturunkan. Ternyata, ia melihat baju tentara yang digantung di kursi penumpang dengan 2 bintang di tanda kepangkatannya, serta melihat cincin lambang kepangkatan yang menunjukan bahwa sang pengemudi mempunyai pangkat yang lebih tinggi daripada ia.

“Apa kamu?”, tanya pengemudi Kijang itu sekali lagi. Tapi kali ini dengan intonasi yang berbeda.

Nyalinya menciut. Sersan Joni pasang muka memelas dan mencoba mengatur nada suaranya agar berbicara lebih pelan dan lembut.

“Bapak sih, klakson. Saya kan kaget pak”.

“Lain kali jangan begitu lagi kamu! Segera dipercepat!”, tegas sang pengemudi Kijang

“Siap, Dan!”. (red: komandan)

Sersan Joni bergegas ke mobilnya dan segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

 

Follow me on Twitter

Error: Please make sure the Twitter account is public.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.